Fatayat NU Aceh Latih Guru PAUD di 12 Kabupaten

1366283530Aceh Besar, NU Online
Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (PW Fatayat NU) Provinsi Aceh menggelar pelatihan kapasitas tenaga guru PAUD untuk 12 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.

“Ini merupakan program yang terakhir PW Fatayat NU Aceh kerjasama dengan The Global Fund for Children, yang sebelunya sejak 2006 juga telah dilaksanakan 4 kali di Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Tengah,” kata Ketua PW Fatayat NU Hj. Abriati Yusuf, SE.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Drs. Anas M. Adam memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD/TK dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, Kamis (18/4), di Permata Hati Training Center, Aceh Besar.

Menurutnya, setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus mempunyai kapasitas dalam mendidik anak-anak, karena gurulah yang akan membentuk karakter bagi siswanya.

Anas M. Adam menambahkan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak ini sangat penting, namun sampai saat ini masih banyak guru yang belum memiliki kapasitas untuk mengelola PAUD.

“Banyak yang belum memiliki konsep tentang apa yang ingin diraih, guru yang membentuk karakter anak, di PAUD juga diajarkan bagaimana cara berinteraksi, ini hal kecil namun jika tidak memiliki kemampuan, akan berakibat fatal bagi anak”, ujar Anas

Menurutnya, usia anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat dan didengar, otak mereka harus dirangsang, maka penting hal ini diketahui oleh para pendidik di PAUD dan TK, maka sebelumnya guru harus benar-benar mampu.

“Pelatihan ini diharapkan akan melahirkan trainer-trainer baru yang mampu mentransfer ilmunya kepada guru-guru lain daerah, sehingga pendidikan di Aceh akan lebih baik dimasa mendatang”, pungkas Anas

Hj. Abriati Yusuf mengatakan, pelatihan menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya Denny Kadarusman dari Yayasan Anak Bangsa Indonesia (YABI) Jakarta, Agus Fatah, Budi, Nurul Azmi dari Fatayat NU dan dari Instansi Pemerintah.

Menurut Abriati, training ini dilaksanakan selama empat hari empat malam, peserta diberi pendidikan kurikulum pendidikan PAUD, praktik lapangan pada sabtu esok, serta diberikan makanan tambahan susu, kacang hijau, kedelai, sabun, agar dapat dijadikan sebagai contoh yang akan diberikan di sekolah nantinya.